Hasil Panen Tanaman Padi di Konawe Meningkat Drastis Dari 4-5 Ton/Ha Menjadi 8-12 Ton/Ha

Metro Kota942 Dilihat

Potretterkini.id, KONAWE- Hasil panen tanaman Padi di Kabupaten Konawe meningkat drastis dari 4-5 ton/ha menjadi 8 sampai sampai 12 ton/ha.  Peningkatan hasil panen tersebut, berkat adanya pelatihan kepada para Petani di wilayah Binaan Koramil Wawotobi dalam rangka peningkatan hasil pertanian yang dapat mencapai 40 SD 100 % dari sebelumnya.

Danramil 02/Wawotobi Kodim 1417/Kendari, Kapten Inf Salmar Gona, mengatakan, dari beberapa Demplot yang di buat oleh Jajaran Koramil Wawotobi sudah membuktikan hasil panen rata rata 8 Ton sampai 10 Ton/Ha pada tanaman padi.

Bahkan di tahun 2019, Danramil bersama Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra) telah melaksanakan uji coba dengan Team BPTP dengan menerapkan TEKNOLOGI BIOTA mampu mencapai 6,58 Ton/GKG (gabah kering Giling) merupakan pencapaian tertinggi untuk Provinsi Sultra yang hanya 5 Ton/H GKG.

“Sehingga secara perhitungan untuk Gabah basah bisa mencapai 10 Ton keatas dalam perhektarnya,” katanya.

Hingga Selasa 22 September 2020 bertempat di BPP Pondidaha Danramil Wawotobi kembali memberikan pelatihan bersama PPL, Babinsa dan Gak Poktan dengan peserta 60 orang sebagai kader untuk dapat meningkatkan hasil pertanian dengan metode PAKET TEKNOLOGI BIOTANI PLUS pengurangan pupuk Kimia 50 % dengan tujuan peningkatan hasil 40-100% dari hasil panen sebelumnya.

Dalam kesempatan pelatihan tersebut peserta diajarkan tatacara penyiapan lahan, pemilihan/seleksi benih dengan apung telur, metode tanam legowo, metode pemupukan organik dan pengurangan pupuk kimia, tehnik penyemprotan, serta menaikan PH tanah yang selama ini para petani sangat tergantung dengan bahan kimia.

Pada hari itu juga bersama para PPL dan Babinsa Danramil Wawotobi membuat PONDOK TANI di setiap Desa sebagai sarana komunikasi utk mendiskusikan tata cara peningkatan hasil panen serta cara menghadapi kendala selama bercocok tanam.

Dalam kegiatan PONDOK TANI ini akan dibuat Posko kegiatan yg di dokumentasikan mulai dari Penyiapan lahan, Pemilihan benih, Pola Tanam, Pemupukan sampai hasil panen yang didapat di bawah pendampingan dan pengawasan PPL, Babinsa dan Ketua Gak Pok Tan yang sudah dilatihkan tentang tata cara peningkatan hasil dengan metode PAKET TEKNOLOGI BIOTANI pengurangan pupuk kimia.

Para Babinsa dan PPL akan mengawasi langsung dan mencatat perkembangan dan kendala yg dihadapi di lapangan sehingga peningkatan hasil sesuai target dapat tercapai.

Dari hasil survei selama ini lanjutnya, petani baru bisa mencapai 3 sampai 4 Ton/Ha. Diharapkan dengan Pendampingan PONDOK TANI dan Gerakan PAKET TEKNOGI BIOTANI PLUS hasil panen para petani bisa bertambah. Bapak Danramil juga menyampaikan salah satu keberhasilan peningkatan hasil panen tidak bisa lepas dari Petani itu sendiri.

“Maksudnya para petani harus betul betul mengikuti prosedur serta disiplin selama penanaman sampai paska Panen harus terjun langsung melihat dan mengatasi kondisi lahan yang di olah tanam. Dari demplot yang dibuat di wilayah Pondidaha dan Wawotobi berupa tanaman jagung dan padi rencana akan dijadikan lahan percontohan dan pelaksanaan panen raya di wilayah Kab Konawe dan sekaligus sebagai lahan Percontohan untuk swasembada ketahana pangan,” ujar Mantan Pasintel Kodim 1417 Kendari ini. (Meid)

Komentar