Potretterkini.id, OPINI-Memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 bukan sekadar peringatan sejarah lahirnya kesadaran kebangsaan, tetapi momentum refleksi tentang arah masa depan bangsa, terutama di tengah tantangan ekonomi, efisiensi anggaran negara, dan peran pemuda dalam menentukan masa depan Indonesia. Dalam kondisi ekonomi yang penuh tekanan global, pemerintah dituntut melakukan efisiensi anggaran agar pembangunan tetap berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Langkah efisiensi bukan berarti mematikan semangat pembangunan rakyat, melainkan bagaimana anggaran negara digunakan secara bijak, produktif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Pada konteks hari ini, semangat kebangkitan nasional perlu dimaknai sebagai kebangkitan kesadaran, keberanian berpikir, dan kemandirian bangsa sebagaimana diwariskan oleh para tokoh perjuangan, salah satunya TAN MALAKA.
TAN MALAKA dikenal sebagai sosok pejuang revolusioner yang tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan secara fisik, tetapi juga kemerdekaan berpikir. Baginya, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, bebas dari ketergantungan, penindasan, dan kebodohan. Spirit perjuangan itulah yang menjadi relevan untuk direnungkan pada Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 ini.
Di tengah perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial yang begitu cepat, Indonesia menghadapi tantangan baru yang tidak kalah berat dibanding masa penjajahan dahulu. Jika dulu bangsa ini dijajah melalui kekuatan militer, maka hari ini tantangan hadir dalam bentuk ketergantungan ekonomi, krisis moral, rendahnya kualitas sumber daya manusia, hingga lunturnya semangat persatuan dan nasionalisme generasi muda. Karena itu, kebangkitan nasional masa kini tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam membangun bangsa.
Spirit perjuangan Tan Malaka mengajarkan bahwa pemuda harus menjadi kekuatan perubahan. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi harus hadir sebagai pelopor inovasi, pendidikan, dan perjuangan sosial. Pemuda hari ini harus berani berpikir kritis, berani menyuarakan kebenaran, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alamnya, tetapi oleh kualitas generasi mudanya.
Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Kemerdekaan yang diwariskan para pejuang harus diisi dengan pembangunan karakter, penguatan pendidikan, pengembangan ekonomi rakyat, dan menjaga persatuan bangsa. Tan Malaka pernah menegaskan bahwa CITA-CITA KEMERDEKAAN SEJATI YAITU TERCIPTANYA MASYARAKAT YANG ADIL, CERDAS, DAN BERDAULAT. Kebangkitan nasional hari ini harus diarahkan pada upaya membangun Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Jika dibandingkan dengan era dahulu, pemuda pada masa perjuangan kemerdekaan memiliki semangat nasionalisme yang sangat kuat. Mereka bergerak dengan keterbatasan fasilitas, tetapi memiliki keberanian berpikir besar demi kemerdekaan bangsa. Tokoh seperti Tan Malaka menjadi contoh bagaimana pemuda tidak hanya berjuang dengan tenaga, tetapi juga dengan gagasan, pendidikan, dan kesadaran ideologis. Tan Malaka pernah menegaskan bahwa kemerdekaan sejati hanya dapat diraih oleh bangsa yang mampu berpikir merdeka dan berdiri di atas kekuatan sendiri. Pemikiran ini relevan hingga hari ini, ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan ekonomi global yang menuntut kemandirian dan keberanian menentukan arah pembangunan sendiri.
Pemuda masa kini memiliki peluang yang jauh lebih besar dibanding generasi terdahulu. Akses pendidikan, teknologi digital, dan informasi terbuka luas. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana PEMUDA MAMPU MENJAGA IDEALISME, INTEGRITAS, DAN SEMANGAT PERJUANGAN DI TENGAH ARUS PRAGMATISME DAN BUDAYA INSTAN. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan semangat revolusi, maka hari ini perjuangan dilakukan melalui ilmu pengetahuan, inovasi ekonomi, penguatan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi momentum lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, keberanian moral, dan semangat membangun bangsa. Kebangkitan nasional bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi tentang keberanian menciptakan masa depan Indonesia yang kuat, mandiri, adil, dan berdaya saing. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melahirkan pemuda-pemuda yang berpikir maju, bekerja nyata, dan tetap setia pada cita-cita perjuangan bangsa.
Dr. Anidi, S.Ag., M.Si., M.S.I., M.H/Dosen Magister Adpend UM Kendari







Komentar