GEMA Keadilan Kukuhkan 17 Ketua DPD Se-Sultra, Pemuda Didorong Jadi Motor Kolaborasi Kepemimpinan dan Penggerak Perubahan Bangsa 

Berita Utama3068 Dilihat

Potretterkini id, KENDARI-Semangat baru kepemudaan mewarnai Sulawesi Tenggara. Generasi Muda Keadilan (GEMA) Sulawesi Tenggara mengukuhkan para Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) GEMA Keadilan dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Embrez Caffe Kendari tersebut mengangkat tema “Pemuda Sulta Bersatu, Kolaborasi Kepemimpinan Membangun Bangsa. Agenda ini dirangkaikan dengan Forum Anggota Legislatif PKS se Sulawesi Tenggara bersama struktur partai.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi GEMA Keadilan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Tenggara untuk mengambil peran dalam kehidupan sosial, kepemimpinan, kewirausahaan, pendidikan, dan pembangunan daerah.

Ketua DPW GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara, H. Muh. Mu’tashim Saifullah, S.Ars., M.PWK, mengatakan bahwa pengukuhan 17 Ketua DPD bukan sekadar pembentukan struktur organisasi, tetapi merupakan langkah awal untuk menghadirkan gerakan kepemudaan yang lebih terarah dan berdampak.

“Pengukuhan ini adalah titik awal perjalanan baru GEMA Keadilan di Sulawesi Tenggara. Kita ingin membangun organisasi yang mampu menjadi ruang tumbuh bagi anak muda, tempat mereka belajar, berkolaborasi, mengembangkan kapasitas, sekaligus menghadirkan karya nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mu’tashim, tantangan generasi muda hari ini tidak dapat dijawab hanya dengan pendekatan organisasi yang konvensional. Pemuda membutuhkan ruang aktualisasi, jejaring, peningkatan kapasitas, dan kesempatan untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Karena itu, GEMA Keadilan akan diarahkan menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai potensi pemuda di Sulawesi Tenggara. “Anak muda harus diberikan ruang untuk memimpin. Kita ingin mereka bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang ikut menentukan arah pembangunan daerah dan bangsa,” tambahnya.

Safril HaebaJangan Hanya Menjadi Generasi PenerusJadilah Generasi Penggerak 

Ketua DPW PKS Sulawesi Tenggara, Ustaz Safril Haeba, S.IP, dalam sambutannya memberikan penekanan agar keberadaan GEMA Keadilan mampu melahirkan pemimpin pemimpin muda yang memiliki karakter, kapasitas, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab.

Menurut Safril, bonus demografi dan perkembangan zaman harus dijawab dengan kesiapan generasi muda untuk menjadi pemimpin di berbagai bidang.

“Pemuda jangan hanya dipersiapkan menjadi generasi penerus. Pemuda harus dipersiapkan menjadi generasi penggerak. Karena itu, organisasi kepemudaan harus mampu memberikan pengalaman, pedidikan kepemimpinan dan ruang untuk berkontribusi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para Ketua DPD GEMA Keadilan agar membangun organisasi dengan semangat terbuka dan kolaboratif. GEMA Keadilan, menurutnya, harus mampu berkomunikasi dengan berbagai komunitas, organisasi, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta kelompok masyarakat lainnya.

“Jangan membangun organisasi dengan tembok yang tinggi. Bangun jembatan sebanyak banyaknya. Kolaborasi adalah kekuatan anak muda untuk menghadirkan perubahan,” pesannya.

Lanar: Ukuran Keberhasilan GEMA adalah Karya Bukan Sekadar Struktur

Sementara itu, Ketua Bidang Kepemudaan Lanar, S.Pd, menegaskan bahwa terbentuknya struktur GEMA Keadilan di 17 kabupaten/kota harus diikuti dengan program yang nyata dan menyentuh kebutuhan anak muda.

Menurutnya, tantangan kepemudaan saat ini semakin kompleks. Anak muda menghadapi perubahan teknologi, perkembangan ekonomi digital, kompetisi dunia kerja, persoalan sosial, hingga kebutuhan untuk memiliki kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang kuat.

“Struktur adalah fondasi, tetapi karya adalah pengaukuan keberhasilan. Setelah pengukuhan ini, kita ingin para Ketua DPD bergerak, membangun program, merangkul komunitas dan menghadirkan ruang-ruang baru bagi anak muda di daerah,” kata Lanar.

Ia mendorong GEMA Keadilan di daerah untuk mengembangkan program yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah. Mulai dari pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas, kewirausahaan pemuda, pendidikan, kreativitas, literasi digital, kegiatan sosial hingga pengembangan komunitas.

“Jangan menunggu program besar untuk mulai bergerak. Mulailah dari persoalan yang ada di sekitar kita. Kalau satu DPD mampu melahirkan satu gerakan yang bermanfaat bagi anak muda, maka dari 17 DPD akan lahir 17 gerakan perubahan,” ujarnya.

Dari Munas Jakarta Menuju Konsolidasi 17 Kabupaten/Kota 

Pengukuhan Ketua DPD GEMA Keadilan se-Sulawesi Tenggara ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Munas GEMA Keadilan di Jakarta. Pasca Munas, proses penguatan struktur organisasi dilakukan di tingkat wilayah dan daerah sebagai bagian dari konsolidasi nasional GEMA Keadilan. Prosesi pengukuhan diawali dengan penyampaian selayang pandang dan profil GEMA Keadilan oleh Ketua DPW GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara, H. Muh. Mu’tashim Saifullah, S.Ars., M.PWK.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara, Mardani Syarif, S.P, membacakan Surat Keputusan pengurus. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dan pengukuhan para Ketua DPD GEMA Keadilan dari 17 kabupaten/kota se Sulawesi Tenggara.

Pengukuhan tersebut disaksikan oleh Anggota Legislatif PKS serta jajaran pengurus DPW dan DPD PS se-Sulawesi Tenggara. Setelah proses pengukuhan struktur ini, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan agenda pelantikan pengurus pada waktu yang akan ditentukan.

GEMA Keadilan menegaskan bahwa organisasi tersebut hadir sebagai ruang kepemudaan yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki semangat untuk belajar, bertumbuh, berkolaborasi dan memberikan kontribusi positif. Organisasi ini diarahkan untuk memperkuat peran kepemudaan sekaligus menjadi ruang kaderisasi kepemimpinan bagi generasi muda.

“GEMA Keadilan bukan hanya tentang siapa yang menjadi pengurus. Lebih besar dari itu, GEMA adalah tentang bagaimana sebanyak mungkin anak muda mendapatkan ruang untuk berkembang dan memberikan manfaat,” kata Mu’tashim.

Dengan dikukuhkannya para Ketua DPD di 17 kabupaten/kota, GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara kini memasuki fase baru. Fase tersebut bukan sekadar memperbanyak struktur, tetapi memperluas gerakan, memperkuat kolaborasi dan memperbanyak karya.

Pemuda Sultra Bersatu bukan sekadar slogan. Kolaborasi Kepemimpinan bukan sekadar tema. Keduanya harus diwujudkan menjadi gerakan nyata untuk membangun Sulawesi Tenggara dan Indonesia.  (Redaksi)

Komentar