Era Baru Kepemimpinan Rusman- Bachrun, Gubernur: Tak Ada Lagi Sekat Perbedaan Saatnya Muna Berdaya Saing

Muna508 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI- Gubernur Sulawesi Tenggara, (Sultra) H Ali Mazi resmi melantik dan mengambil sumpah Bupati dan Wakil Bupati Muna Terpilih Periode 2021-2026, Rusman Emba- Bachrun -Labuta.

Pelantikan dilakukan secara ketat protokol kesehatan di Rumah Jabatan (Rujab)  Gubernur Sultra dini hari, Kamis (2/9 2021).

Dengan demikian kedua pasangan ini adalah era baru untuk memimpin muna lima tahun kedepan dalam merumuskan pembangunan daerah sehingga dapat berdaya saing dengan daerah-daerah lainnnya.

Ali Mazi mengatakan, dengan adanya pelantikan kedua pasangan ini tidak ada lagi nama kelompok atau sekat-sekat perbedaan  dimasyarakat bahwa Rusman dan Bahrun adalah miliknya masyarakat kabupaten muna, sehingga Pemda fokus membangun Muna.

Lebih lanjut orang nomor satu Sultra ini lebih lanjut menyampaikan, setelah pelantikan dirinya yakin Rusman Emba – Bahrun mampu merealisasikan visi – misinya dalam merealisasikan program pembangunan di Kabupaten Muna.

“Saya yakin LM Rusman Emba mampu merealisasikan visinya dalam hal mewujudkan Muna yang maju, mandiri dan berdaya saing. Sebagai petahana tentunya cukup berpengalaman, olehnya itu mewakili Pemerintah Pusat dan Provinsi berharap agar Bupati Muna terus memacu peningkatan proses pembangunan, utamanya dalam penanganan Covid 19,” lanjutnya.

Bupati Muna LM Rusman Emba meyakinkan kepada masyarakat bahwa pada periode akan menyempurnakan pembangunan infrastruktur dan upaya meningkatan pendapatan masyarakat. Pada periode sebelumnya pembangunan kurang maksimal, karena anggaran daerah terpangkas untuk penanganan Pandemi Covid 19.

“Bersama Pak Bahrun kami menargetkan penyempurnaan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Pada periode yang lalu kami belum bisa membangun dengan maksimal, sebab fokus pada penanganan Pandemi Covid 19,”terangnya.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Muna melakukan pinjaman melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebanyak Rp. 111 milyar.

“Dengan pinjaman tersebut dapat membiayai pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Yakni berkaitan dengan peningkatan jalan dan penyediaan air bersih,” pungkasnya.

Kontributor :Kafarun

Komentar