Ekonomi Sultra Diproyeksi Menguat, BI Soroti Pertanian dan Digitalisasi QRIS

Berita Utama3049 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI – Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) diprakirakan terus menguat pada Triwulan III 2026. Penguatan tersebut terutama ditopang sektor pertanian seiring membaiknya produksi padi dan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, dalam kegiatan Bincang Bersama Media yang membahas perkembangan makroekonomi Sultra, Selasa (29/9/2026).

Edwin mengatakan, penguatan ekonomi daerah diperkirakan mampu mengimbangi normalisasi konsumsi rumah tangga serta perlambatan yang terjadi pada sejumlah sektor, seperti pertambangan, konstruksi dan perdagangan.

Optimisme tersebut melanjutkan tren positif perekonomian Sultra pada Triwulan II 2026. Pada periode tersebut, ekonomi Sultra tumbuh 6,19 persen secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen (yoy).

Menurut Edwin, membaiknya aktivitas ekonomi juga terlihat pada sejumlah sektor strategis, terutama pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan.

Di sektor pertanian, pertumbuhan diprakirakan terus bergerak seiring bergesernya puncak masa panen ke periode pertengahan September hingga Oktober.

Perbaikan produksi pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sultra, terutama di tengah normalisasi konsumsi rumah tangga.

Sementara sektor pertambangan dan industri pengolahan mendapatkan dorongan dari penerbitan serta revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pada sektor konstruksi, aktivitas mulai meningkat seiring persiapan sejumlah proyek strategis dan pengembangan kawasan industri di Kolaka.

Peningkatan aktivitas konstruksi tersebut turut memberikan efek terhadap sektor perdagangan melalui meningkatnya kebutuhan terhadap berbagai barang pendukung pembangunan.

dan mengikuti presentasi finalis pada 24 September 2026.

Puncak FORKESTRA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober 2026 melalui seminar nasional yang menghadirkan Xaviera Putri dan ekonom nasional Irman Faiz, sekaligus pengumuman pemenang lomba opini.

QRIS Makin Mengakar di Sultra

Transformasi ekonomi digital juga menunjukkan perkembangan signifikan di Sultra. Bank Indonesia mencatat akseptansi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mengalami pertumbuhan.

Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna QRIS di Sultra mencapai 373.622 orang, tumbuh 29,59 persen (yoy) dibandingkan Agustus 2025.

Dari sisi merchant, jumlahnya telah mencapai 286.786 merchant, atau tumbuh 32,02 persen (yoy).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Sultra.

Pada Agustus 2026, nominal transaksi QRIS tercatat mencapai Rp617,12 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 6,48 juta transaksi.

Bank Indonesia menilai tren tersebut masih berpotensi terus berkembang seiring semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di berbagai daerah.

Perluasan transaksi non tunai dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TP2DD, perbankan, regulator, pelaku usaha dan berbagai komunitas strategis.

Sejumlah program juga telah dilakukan, di antaranya Pekan QRIS Nasional dan QRIS Jelajah Kuliner Sulawesi Tenggara.

Penguatan digitalisasi daerah turut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM), rapat koordinasi, capacity building dan asistensi kepada pemerintah daerah.

Tidak hanya di tingkat domestik, QRIS juga mencatat pengakuan internasional melalui penghargaan “50-in-5 Awards 2026”.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Bank Indonesia dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, pada 21 September 2026.

Penghargaan itu menjadi bagian dari pengakuan terhadap pengembangan keterhubungan pembayaran digital lintas negara yang interoperable dan inklusif.

Sejak diterapkan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara oleh pengguna negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp5,90 triliun.

Sementara transaksi pengguna Indonesia di negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp1,73 triliun.

Di tingkat regional, TP2DD Provinsi Sultra juga meraih Juara III TP2DD Terbaik Tingkat Provinsi se-Sulawesi dalam Rakornas TPID dan TP2DD pada 24 September 2026.

Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan bahwa penguatan ekonomi Sultra tidak hanya bertumpu pada sektor produksi, tetapi juga berjalan melalui pengendalian inflasi, penguatan gagasan kebijakan, serta percepatan transformasi ekonomi digital. (Med)

Komentar