Edu Environment: Inovasi Sampah Plastik Jadi Media Transplantasi Terumbu Karang di Kampung Pelangi Kendari

Advertorial, Pendidikan2004 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Sampah plastik yang selama ini identik dengan pencemar lingkungan, kini justru bertransformasi menjadi solusi bagi laut. Inovasi itu lahir dari tim pengabdian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (FPIK-UHO) yang diketuai oleh Wa Jali., S.Pi., M.Si, bersama anggota Dr. Risfandi., S.Pi., MM, dan Dr. Ir. Budiyanto,. MP, sukses melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertajuk “Edu Environment: Pemanfaatan Sampah Plastik untuk Bahan Tambahan Media Transplantasi Terumbu Karang”.

Program ini melibatkan peserta didik etnis Bajo di PKBM Anak Pesisir, Kampung Pelangi, Kota Kendari. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang lingkungan sekaligus pemanfaatan sampah plastik sebagai solusi kreatif dalam menjaga ekosistem laut. Sampah plastik yang selama ini menjadi masalah serius, diolah menjadi bahan tambahan media transplantasi terumbu karang.

Pelatihan Pemanfaatan Sampah Plastik untuk Bahan Tambahan Media Transplantasi Terumbu Karang”

“Kami melihat potensi besar dari sampah plastik yang ada di sekitar kita. Jika diolah dengan benar, sampah ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan membantu melestarikan lingkungan laut,” ujar Wa Jali dalam penyampaian materi pengabdiannya pada (23/8/2025).

Plastik Jadi Penyelamat Laut

Ia mengatakan, bahwa Terumbu karang adalah rumah bagi ikan. Kehilangan terumbu karang menyebabkan ikan mencari tempat tinggal lain, dan ini akan mempengaruhi kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, Kerusakan terumbu karang memaksa ikan untuk bermigrasi, sehingga nelayan harus memperluas area penangkapan mereka.

Dampaknya adalah peningkatan signifikan dalam biaya bahan bakar dan operasional lainnya, tak luput penyampaian tahapan pelaksanaan PKM mulai dari “Sosialisasi, Pembuatan Wadah Transplantasi, Pengambilan Bibit di Alam, Penanaman Terumbu Karang hingga akhirnya Pemantauan Perkembangan Transplantasi Terumbu Karang”.

Antusiasme Tinggi Anak Pesisir

Para peserta didik PKBM Anak Pesisir terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka diajarkan cara memilah sampah plastik, mengolahnya menjadi serpihan kecil, hingga mencampurnya dengan bahan lain sebagai media transplantasi terumbu karang.

penyerahan ijazah peserta didik PKBM Kota Kendari

Acara ini semakin semarak dengan kehadiran beberapa narasumber penting, di antaranya Dikmudora Kota Kendari, Sudarman, S.Sos., MM, Pengelola PKBM Wa Iba, S.Pi., M.App.Sc.Ph.D, dan Kepala Lurah Tondonggeu, La Ode Jumadil, S.STP, Serta Kepala Sekolah PKBM Anak Pesisir Kota Kendari Hendra S.Pd., M.Geo.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini serta Sosialisasi ini dipandu dengan piawai oleh Dr. Irdam Riani,S.Pi., M.Si yang memoderasi acara dari awal hingga akhir dengan kepemimpinan yang terstruktur dan efektif.

Dukungan Penuh Berbagai Pihak

Selain pelatihan, program ini juga dirangkaikan dengan acara penerimaan ijazah peserta didik PKBM Kota Kendari. Momen ini menjadi penyemangat bagi para peserta didik untuk terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat.

Dikesempatan yang sama Dr Risfandi, S.Pi., MM menjelaskan bahwa terumbu karang memiliki persyaratan tumbuh yang spesifik dan tidak dapat berkembang di substrat seperti pasir atau batuan. Untuk mengatasi hal ini, wadah transplantasi dibuat sebagai solusi, menyediakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan terumbu karang dan sekaligus menciptakan habitat bagi berbagai jenis ikan.

“Terumbu karang tidak bisa tumbuh di pasir atau batu. Wadah transplantasi ini menjadi solusi untuk memberi ruang hidup baru bagi ekosistem laut,”katanya.

Senada dengan Dr. Ir. Budiyanto., MP berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan laut dan memanfaatkan sampah plastik secara kreatif.”

“Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa. Dengan inovasi dan kolaborasi, masalah sampah plastik bisa diatasi, dan ekosistem laut pun tetap terjaga,”pungkasnya.

Tak hanya pelatihan, acara juga dirangkaikan dengan penyerahan ijazah peserta didik PKBM Kota Kendari. Momen ini menjadi simbol semangat baru bagi anak-anak pesisir untuk terus menuntut ilmu sekaligus menjaga lingkungan. (Redaksi)

Komentar