Potretterkini.id, KENDARI-
Program Pemberdayaan Masyarakat “Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Kelas II Kendari Berbasis Pengembangan Usaha Tanaman Tomat “oleh dosen UHO bersama dosen Unsultra yang didanai oleh Kemendikbudristek Tahun 2024 mendapat respon positif dari warga binaan dan pihak Lapas Kelas II Kendari. Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M. Sc. Agic.
Sebagai sebagai Dosen UHO dan ketua Tim Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memberdayakan warga binaan Lapas Kelas II Kendari sebagai upaya memberikan semangat dan motivasi serta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang budidaya tanaman tomat dan pengolahan buah tomat menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan menguntungkan sehingga bisa menjadi modal usaha untuk mengembangkannya ketika kelak bebas menjalani tahanan.

Keberhasilan kegiatan ini akan memberikan nilai tambah pendapatan keluarga pada khususnya warga binaan dan masayarakat secara umum. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa UHO dan Unsultra. Warga binaan pada kegiatan ini adalah warga binaan yang sudah menjalani masa tahanan 50 % khususnya yang berminat pada bidang pertanian dan bergabung pada kelompok tani Idaman Baruga Lapas Kendari.
Kelompok tani ini memiliki lahan sekitar kantor Lapas dengan status pinjaman seluas sekitar 0.75 ha. Lahan ini sebagian sudah dimanfaatkan tetapi sebagian belum dimanfaatkan (lahan tidur) secara baik. Materi pemberdayaan warga binaan antara lain workshop and bintek optimalisasi lahan tidur, produksi pupuk organik dan aplikasinya, produksi biochar dan aplikasinya, pemanfaatan mulsa organik, budidaya tanaman tomat, pascapanen, pengolahan produk buah tomat menjadi produk tomat kering bergizi, pengemasan produk, penyimapan dan pemasaran.
“Melaksanakan pengabdian masyarakat pada warga binaan sedikit berbeda dengan membina kelompok masyarakat atau kelompok tani biasa, karena warga binaan masih terikat oleh hak dan kewajiban berdasarkan aturan yang berlaku di Lapas, sehingga Tim pelaksana harus menyesuaikan. Tim pelaksana bertima kasih atas respon positif pimpinan Lapas Kelas II Kendari dan jajarannya,”ujarnya.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendari, Herman Mulawarman, saat ditemui di lapas kelas IIA Kendari, mengatakan sangat mendukung adanya program ini. Kerjasama ini merupakan langkah positif dalam program pembinaan. Melihat bahwa narapidana yang masuk kedalam lapas rata-rata tidak memiliki pekerjaan dan keahlian, nantinya apa yang diperoleh dari hasil kegiatan Kerjasama ini bisa berdampak kepada narapidana setelah mereka bebas dari pidananya.
Harapannya kegiatan Kerjasama ini terus berkelanjutan sehingga proses pembinaan di dalam lapas maupun proses kegiatan yang dilaksanakan dosen UHO dan Unsultra bisa berjalan sesuai harapan bersama yaitu menghasilkan narapidana yang produktif, punya keahlian dan keterampilan setelah menjalani masa pidana.
“Bagaimanapun warga binaan dalam lapas ini merupakan masyarakat yang ada di kota Kendari jadi kita harus bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat buat mereka. Kita berupaya agar kegiatan ini terus berkelanjutan kalau bisa lebih berkembang lagi sehingga setelah bebas, dengan adanya keterampilan dan keahlian mereka tidak akan mengulangi perbuatan tindak kriminal lagi.
Kebanyakan mereka yang bebas dengan tidak dibekali keterampilan dan keahlian dari dalam lapas akan mengulangi tindak pidana baru, makanya dengan adanya kegiatan ini mereka diberikan bekal keterampilan dan keahlian yang bisa dikembangkan di lingkunganya dan keluarganya supaya mereka bisa menafkahi anak istrinya.
“Harapan kami mereka bebas punya keahlian, bisa bermanfaat untuk keluarganya atau masyarakat di lingkungannya. Kemudian melihat dari kegiatan yang dilaksanakan ini saran kami tetap kita lanjutkan program yang ada, bila ada program pembinaan lain selain program budidaya tomat organic dan produksi produk olahan buah tomat menjadi tomat kering bergizi, mungkin bisa dikembangkan kegiatan lain dalam bidang pertanian lain, peternakan, Perkebunan dan perikanan. Kami sungguh sangat mengharapkan kelanjutannya,” ungkapnya.
Di tempat yang sama Kepala Sub Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, pengganti sementara ketua kelompok tani, La Ode Isi, S.P, juga memberikan tanggapannya “Kami sangat berterimakasih karena memang kami butuh pendampingan dan sangat mengapresiasi kepedulian dosen Uho dan Unsultra kepada warga binaan. Saya kira ini kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan lagi kedepan.
Harapan saya kerjasama ini tidak hanya sampai disini saja, kalau boleh berkelanjutan. Sarannya lebih aktif dan berkelanjutan lebih bagus,” ungkapnya. Salah satu peserta dari warga binaan, Rustam, saat ditemui di lahan, kebun pertanian dan perkebunan juga memberikan tanggapan positif.
“Dengan adanya UHO dan unsultra sebagai Lembaga Pendidikan tinggi di Sulawesi tenggara kami sangat berterimakasih karena kami mendapat edukasi dan bimbingan terkait dengan beberapa jenis tanaman yang kita akan Kembangan khususnya tomat, jadi kami mendapatkan banyak ilmu dari kedua Lembaga tinggi Pendidikan ini.
Selama ini kami sudah bergelut dibidang pertanian tapi secara teknis masih ada beberapa yang belum kami miliki sehingga dengan adanya Kerjasama ini kami mendapatkan banyak ilmu baru. Harapan kita program kerjama ini bisa terus berlanjut dan kalau bisa ini sebagai contoh menarik perguruan tinggi lain mungkin untuk bekerjasama dengan lapas kelas IIA Kendari.
“Saran saya bagaimana kedepannya lebih ditingkatkan kerjasamanya, tidak hanya budidaya tomat dan pengolahan buah tomat tetapi mungkin nanti ada tanaman-tanaman lain yang bisa kita kembangkan lebih bagus lagi dan memberikan keuntungan lebih besar,” pungkasnya. (Redaksi)







Komentar