Potretterkini.id, KENDARI-Proses pencalonan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) hingga saat ini belum memasuki tahapan resmi pemilihan rektor (Pilrek). Kondisi ini membuat berbagai klaim mengenai siapa yang akan maju atau tidak maju sebagai calon rektor masih belum dapat dipastikan secara formal. Kendatipun sudah berhempas ke Publik teka-teki tentang kemungkinan Pelaksana Tugas (Plt). Rektor UHO Dr. Herman, SH., LL.M., maju atau tidak maju sebagai salah satu kandidat Bakal Calon Rektor.
Tentu dinamika tersebut makin seru untuk ditunggu. Tentu hal ini membutuhkan analisis lebih tajam, sehingga semakin menarik untuk ditelaah lebih dalam-dalam berbagai sudut pandang prospektif bagi kemajuan dan daya saing UHO ke depan.
Meskipun demikian, secara informal sejumlah figur di lingkungan akademik mulai menyatakan sikap, baik yang menunjukkan minat untuk maju maupun yang memilih untuk tidak terlibat dalam kontestasi tersebut. Namun, pernyataan ini belum memiliki kekuatan administratif.
Secara aturan, seluruh dosen di UHO bahkan dosen dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain di Indonesia memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon rektor. Hal ini berlaku selama yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Mengacu pada Statuta UHO, proses pemilihan rektor terdiri dari beberapa tahapan penting yang harus dilalui secara berurutan. Tahapan-tahapan ini menjadi acuan utama dalam menentukan sah atau tidaknya proses pencalonan.
Tahap pertama adalah penjaringan bakal calon rektor. Pada tahap ini, minimal harus terdapat empat orang bakal calon yang mendaftar. Jika jumlah tersebut belum terpenuhi, maka akan ada diperpanjang.
Tahapan penjaringan menjadi momen krusial, karena pada fase inilah seseorang resmi dapat disebut sebagai bakal calon rektor. Status tersebut hanya berlaku jika individu yang memenuhi syarat benar-benar mendaftarkan diri.
Sebaliknya, apabila seseorang yang memenuhi syarat tidak melakukan pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan oleh panitia, maka yang bersangkutan dianggap tidak bersedia menjadi bakal calon rektor.
Tahap kedua adalah penyaringan. Dalam proses ini, Senat Akademik akan melakukan seleksi untuk menentukan tiga calon rektor dari para bakal calon yang telah mendaftar.
Selanjutnya, tahap ketiga adalah pemilihan rektor. Pada tahap ini, Senat Akademik bersama Menteri atau pejabat yang ditunjuk akan menetapkan satu calon terpilih sebagai rektor.
Pengalaman pada Pilrek-pilrek sebelumnya menunjukkan bahwa dinamika pencalonan bisa sangat berubah-ubah. Bahkan, sikap awal seseorang tidak selalu mencerminkan keputusan akhirnya.
Pernah terjadi seorang dosen yang memenuhi syarat secara tertulis menyatakan tidak bersedia menjadi bakal calon rektor. Surat tersebut bahkan telah disampaikan kepada pihak lain sebelum masa penjaringan dimulai.
Namun, secara mengejutkan, dosen tersebut justru mendaftarkan diri setelah tahapan penjaringan dibuka. Keputusan itu menjadi titik balik yang tidak terduga dalam proses Pilrek saat itu.
Lebih menarik lagi, dosen tersebut akhirnya berhasil terpilih sebagai rektor. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa dinamika Pilrek sering kali penuh kejutan.
Selain itu, terdapat pula kasus lain di mana figur yang digadang-gadang kuat menjadi calon rektor, bahkan mendapat dukungan besar dari sivitas akademika, justru tidak mendaftarkan diri.
Akibatnya, meskipun memiliki popularitas dan dukungan yang signifikan, individu tersebut tidak dapat ditetapkan sebagai bakal calon rektor karena tidak mengikuti prosedur resmi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa popularitas semata tidak cukup untuk memastikan keikutsertaan dalam kontestasi Pilrek. Kepatuhan terhadap tahapan formal tetap menjadi faktor utama.
Berdasarkan pantauan media hingga saat ini, tahapan Pilrek UHO baru sampai pada pembentukan dan penetapan Panitia Pemilihan Rektor. Belum ada tahapan penjaringan yang dimulai.
Dengan kondisi tersebut, belum dapat dipastikan siapa saja yang akan maju atau tidak dalam kontestasi Pilrek mendatang. Semua masih berada pada tahap spekulasi.
Situasi ini membuka ruang bagi berbagai kemungkinan, termasuk munculnya kandidat-kandidat baru yang sebelumnya tidak banyak diperbincangkan.
Dinamika yang berkembang menjelang Pilrek UHO diperkirakan akan semakin menarik untuk diikuti. Banyak pihak menantikan bagaimana proses ini akan berjalan.
Pada akhirnya, perjalanan menuju pemilihan rektor UHO masih panjang. Publik akademik kini menunggu dimulainya tahapan resmi yang akan menentukan arah kepemimpinan kampus ke depan.
Penulis : Direktur Utama Potretterkini.id, Alumni Doktoral UHO, Dosen Tetap Universitas Karya Persada Muna (UKPM) Prodi Promosi Kesehatan, yang juga Pemerhati Pendidikan (Dr. La Ismeid, S.Pd.,M.Pd).







Komentar