Bupati Muna: Sinergi Ulama dan Pemerintah, Pondasi Dalam Mewujudkan Pembangunan Daerah

Berita Utama2323 Dilihat

Potretterkini.id, MUNA– Bupati Muna, Bachrun Labuta, menyampaikan harapan besar kepada jajaran pengurus baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muna yang resmi dilantik dan dikukuhkan di Aula Galampano Kantolalo, Senin (30/6/2025).

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran MUI tidak hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial dan mitra strategis pembangunan daerah.

Pelantikan berlangsung khidmat, disaksikan oleh Wakil Bupati Muna, Ketua DPRD, sejumlah kepala OPD, tokoh agama, serta perwakilan MUI Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam suasana penuh harap, Bupati Bachrun menekankan pentingnya MUI menjadi jembatan perekat umat, bukan hanya di internal Islam, tetapi juga antarumat beragama.

“Kami ingin MUI hadir bukan sekadar mengurus persoalan ibadah, tapi turut menciptakan keteduhan sosial dan semangat kebersamaan. Dari MUI, kita berharap lahir suasana damai, toleran, dan penuh persaudaraan,” ujarnya.

Orang nomor Wahid Bumi Sowite ini juga mengingatkan bahwa Muna sedang menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang kompleks. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor termasuk dengan lembaga keagamaan untuk membangun daerah secara menyeluruh.

“Kalau ada masalah, mari kita selesaikan dengan dialog terbuka, bukan disebar di media sosial. Apalagi kalau itu datang dari pejabat publik. Itu bukan solusi, justru memecah masyarakat,” tegasnya.

Bupati Bahrun Labuta mengajak MUI untuk terlibat lebih dalam dalam proses pembangunan daerah. Ia menyebut, tantangan seperti kemiskinan, pendidikan, dan konflik sosial tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan struktural. Dibutuhkan sentuhan kultural dan spiritual yang kuat.

“Ulama punya kedekatan dengan umat. Suaranya didengar, nasihatnya dituruti. Maka, mari kita rawat kepercayaan itu untuk membangun daerah ini lebih baik,” ujarnya.

Bahrun juga berharap pengurus baru MUI dapat memperkuat gerakan moderasi beragama dan menangkal potensi radikalisme sejak dini. Menurutnya, penguatan nilai-nilai keislaman yang ramah, sejuk, dan terbuka akan menjadi benteng utama menjaga Muna dari ancaman disintegrasi sosial.

Sementara itu, perwakilan MUI Sulawesi Tenggara, Utadz Jahada S.Ag., M.Pd, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Muna terhadap pelantikan ini. Ia mengingatkan pentingnya MUI sebagai wadah pemersatu umat, bukan tempat memperbesar perbedaan.

“Kita tak bisa bicara toleransi antaragama jika di dalam umat Islam sendiri masih terbelah karena hal-hal kecil. MUI harus hadir sebagai penenang, bukan pemicu perpecahan,” tegasnya.

Ketua Umum MUI Kabupaten Muna yang baru dilantik, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut jabatan ini sebagai bentuk pengabdian lanjutan, bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai pelayan umat.

“Amanah ini berat, tapi juga mulia. Di sisa usia ini, saya bersyukur Allah masih memberi jalan untuk mengabdi bagi masyarakat,” ujar Usman, yang juga menjabat Rektor Universitas Karya Persada Muna (UKPM).

Usman menegaskan komitmennya untuk menjadikan MUI Muna sebagai lembaga yang inklusif, solutif, dan proaktif dalam menjembatani kepentingan umat, pemerintah, dan antaragama.

Mantan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) dua periode ini menuturkan dengan resmi dilantiknya pengurus baru, harapan pun kita semua agar MUI Kabupaten Muna dapat memainkan peran lebih besar dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat sinergi pembangunan.

Pemerintah daerah pun membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para tokoh agama demi mewujudkan masyarakat Muna yang damai, religius, dan sejahtera.

Pelantikan MUI Kabupaten Muna tak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga momentum strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama.

“Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, peran ulama kini dituntut lebih aktif tidak hanya sebagai penjaga moral, tetapi juga sebagai fasilitator perdamaian dan pembangunan,” ujar Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI).

Pewarta        : Kafarun 

Editor           : La Ismeid 

Komentar