Potretterkini.id, MUNA-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Raha memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026. Upacara digelar di pelataran Kantor BRI Cabang Raha dan diikuti jajaran insan BRILian.
Pemimpin Cabang BRI Raha, M. Adinda Jaya, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat yang menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat.
Dalam amanatnya, M. Adinda Jaya mengatakan, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan menjadi pegangan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pancasila adalah pegangan dalam bekerja dan melayani,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Ia menyinggung situasi dunia yang penuh ketidakpastian, mulai dari gejolak geopolitik, tekanan ekonomi hingga derasnya arus informasi yang dinilai mudah memicu perpecahan. Dalam kondisi tersebut, persatuan disebut menjadi modal penting yang harus terus dijaga.
Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan dan kemakmuran, kata dia, sejalan dengan tugas BRI sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat.
Sebagai bank yang melayani masyarakat Indonesia, BRI tidak hanya menjalankan fungsi layanan keuangan, tetapi juga memiliki peran dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“Sebagai bank-nya rakyat Indonesia, kita hadir bukan hanya untuk memberikan layanan keuangan, tetapi juga untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” demikian pesan dalam amanat tersebut.
M. Adinda Jaya juga menekankan pentingnya mendorong inklusi keuangan, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan BRI Cabang Raha menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat diterjemahkan dalam pekerjaan sehari-hari melalui pelayanan, pemberdayaan dan keberpihakan terhadap akses ekonomi masyarakat.
Kontributor: Aswin Rudi







Komentar