Breaking News: Rektor UHO Prof Armid Tutup Usia, Dunia Pendidikan Berduka

Berita2848 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Tanah Air, khususnya di Sulawesi Tenggara. Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Armid, M.Si, berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu pagi (23/8/2025), usai mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-44 UHO.

Menurut informasi yang dihimpun, almarhum tiba-tiba mengalami serangan jantung tak lama setelah acara berakhir. Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawanya tak tertolong. Kepergian mendadak ini mengejutkan banyak pihak dan meninggalkan duka mendalam di kalangan civitas akademika.

Kabar wafatnya Prof. Armid dikonfirmasi langsung oleh Wakil Rektor II UHO, Prof. Ida Usman, yang menyampaikan bahwa sang rektor meninggal dunia dalam suasana yang seharusnya penuh sukacita.

“Kami sangat kehilangan. Prof. Armid bukan hanya pemimpin universitas, tapi juga bapak, sahabat, dan pembimbing bagi kami semua,” ungkap Prof. Ida dengan mata berkaca-kaca.

Sosok Visioner dan Inspiratif
Prof. Armid dikenal luas sebagai tokoh pendidikan yang visioner, bersahaja, dan penuh dedikasi. Selama masa kepemimpinannya, UHO mengalami banyak kemajuan signifikan, baik dari sisi akademik, infrastruktur, hingga kolaborasi nasional dan internasional.

Ia tak hanya dikenal sebagai rektor yang bekerja dari balik meja. Prof. Armid sering terlihat hadir langsung di tengah mahasiswa, berdialog terbuka, mendengar keluh kesah, hingga terlibat aktif dalam kegiatan kampus. Sosoknya yang hangat dan rendah hati membuatnya dicintai oleh banyak pihak.

“Beliau adalah pemimpin yang tulus. Kami merasa sangat kehilangan figur teladan,” ujar salah satu mahasiswa pascasarjana UHO.

Sejak kabar duka tersebar, linimasa media sosial dipenuhi ucapan belasungkawa dari mahasiswa, dosen, alumni, hingga tokoh-tokoh pendidikan dari seluruh penjuru negeri. Banyak yang menyebut kepergian Prof. Armid sebagai kehilangan besar bagi dunia akademik Indonesia, terutama di kawasan timur.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga dan Universitas Halu Oleo masih mempersiapkan pernyataan resmi terkait prosesi pemakaman dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

Kepergian Prof. Armid meninggalkan warisan besar: semangat keilmuan, integritas, dan ketulusan dalam mendidik anak bangsa. UHO, dan dunia pendidikan Sultra, akan terus mengenangnya sebagai pelita yang pernah menyala terang. (Red)

Komentar