Bawakan Hikmah Maulid, Ustadz Ali Mukhtar Ngabalin Ajak Masyarakat Muna Patuh pada Pemerintahnya

Muna1005 Dilihat

Potretterkini.id, MUNA-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna melaksanakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini mengangkat tema meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai bekal membangun generasi yang unggul dan berdaya saing. Sebagai pembawa hikmah acara maulid kali ini adalah anggota Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Ustadz Ali Mukhtar Ngabalin.

Sebagai pengantar dalam membawakan hikmah maulid, ia mengagumi tanah yang ada di Muna. “Sejak pertama tadi saya datang saya melihat pohon jati yang tumbuh subur dan rindang. Untuk itu saya berfikir bahwa tidak salah lagi kalau Muna dikatakan sebagai wite barakati. Ini adalah keberkahan yang Allah berikan kepada kita di jazirah Muna,” ungkapnya, Kamis (21/10/2021).

Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini dalam membawakan hikmah beliau menyampaikan, Islam merupakan agama yang universal. “Islam merupakan rahmatan lil alamin, yang akan membawa kedamaian bagi umat manusia seluruh alam. Olehnya Islam tidak hanya mengayomi satu agama tetapi seluruh umat manusia seluruh dunia,” terangnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, sebagai bangsa Indonesia yang penduduknya menganut beberapa agama maka Islam sebagai mayoritas harus menjadi pengayom masyarakat. Kemudian ia menghimbau agar umat Islam jangan lagi berpikir mengganti ideologi negara. Sebab Pancasila merupakan ideoligi bangsa kita, yang merupakan karya para pendahulu kita dalam rangka menjaga keutuhan NKRI

“Nabi Muhammad SAW baik saat ia berada di Mekkah maupun di Madinah selalu selalu menerapkan sikap toleransi. Hal demikian menunjukkan keteladanan bagi kita bahwa beliau membawa kedamaian dan mengayomi umat manusia. Selanjutnya Pancasila merupakan karya para pendahulu kita yang notabene adalah para Ulama, telah terbukti menyatukan semangat dari berbagai kalangan. Sehingga kemudian menjadi motivasi dalam berjuang dalam hal merebut dan mempertahankan kemerdekaan indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya ia menghimbau kepada masyarakat Muna agar menghindari sikap dengki kepada orang lain, utamanya kepada pemerintah. Jika pemerintah melakukan hal yang baik maka masyarakat harus memberikan dukungan. Jika melakukan suatu hal yang keliru maka boleh memberikan kritik yang sopan dan membangun.

“Presiden, Gubernur, Bupati dan Wali Kota sampai RT dalam Islam dikatakan sebagai ‘Ulil Amri. Perintah Allah dan Rasulnya kita harus mentaati pemimpin kita selagi itu baik, kalaupun ada hal yang keliru kita harus berikan kritik dengan akhlak yang baik. Jangan kita selalu mengumbar kebencian kepada pemerintah, itu hanya merugikan diri sendiri,” tegasnya.

Sebagai sosok yang punya pertalian darah dengan Sulawesi Tenggara, ia mengapresiasi langkah Bupati Muna L.M. Rusman Emba dalam hal membangun komunikasi dengan pemerintah Pusat.

“Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh saudara saya Rusman Emba selaku Bupati Muna dalam upaya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Setidaknya sudah menjalin kemitraan dengan beberapa kementrian, salah satunya adalah kementrian perikanan. Semoga program yang telah direncanakan terkait pengelolaan tambak udang berhasil, sehingga memberikan kemakmuran bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya berjanji akan terus mendukung dan akan membantu program Bupati Muna dalam mensejahterkan rakyat. “Insya Allah kalau suatu saat ada hal yang perlu dibantu maka jangan sungkan-sungkan ketemu saya. Sebab saya juga mempunyai trah yang sebagai orang di Sultra Kepulauan,” tutupnya.

Kontributor : Kafarun

Komentar