Barugano Wuna Pusat UPTD Museum, Menjadi Pusat Pelestarian dan Kajian Nilai-Nilai Budaya Muna

Metro Kota, Muna1375 Dilihat

Potretterkini.id, MUNA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna telah mencurahkan perhatian pada pelestarian nilai-nilai budaya. Terkait dengan hal itu, Pemda Kabupaten Muna telah menyusun instrumen-instrumen untuk menggali nilai-nilai budaya Muna.

Salah satunya adalah dengan berdirinya Barugano Wuna, sebagai Pusat dokumentasi, pengkajian dan pelestarian Budaya Muna.

Program ini telah terealisaai sejak awal masa pemerintahan L.M. Rusman Emba sebagai Bupati Muna. Demikianlah yang disampaikan oleh Hadi Wahyudi selaku Kepala UPTD Museum Barugano Wuna.

“Tahun 2017 terbentuklah lembaga adat Muna sebagai upaya untuk pelestarian Budaya. Pada tahun 2018 terbuntuk lagi UPTD Museum Barugano Wuna senagai sentral kebudayaan Muna,” ungkapnya, Sabtu (19/09/2021).

Sebagai Pimpinan UPTD Museum Bharugano Wuna, ia sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bupati Muna LM Rusman Emba. Melalui kerja kerasnya bersama Malik Ditu dapat membangun Barugano Wuna, merupakan satu-satunya museum budaya negri Kabupaten di Sulawesi Tenggara.

Sulawesi Tenggara memiliki dua museum nasional, yakni Museum Sulawesi Tenggara dan Museum Barugano Wuna di Raha,” ungkapnya. Dengan dibangunnya Rumah adat Barugano Wuna dapat berfungsi sebagai tempat pelestarian Budaya Muna dan Museum.

“Barugano Wuna sebagai rumah adat dibangun tahun 2017 berfungsi sebagai sentral dan pengkajian serta pelestarian budaya Muna. Sedangkan sebagai museum berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, baik asli maupum replika, serta foto-foto kehidupan masa lampau.

Paling tidak dengan adanya museum ini kita bisa mengetahui peradaban Muna zaman dahulu, mulai zaman prasejarah, masa kerajaan bahkan pada awal-awal terbentuknya Kabupaten Muna.

Salah satu sosok budayawan Muna ini lebih lanjut menyampaikan bahwa sebagai sarana pelestarian budaya, Barugano Wuna dijadikan sebagai pusat kajian dan kegiatan budaya.

“Sebagai pelastarian budaya, rumah adat menjadi tempat melaksanakan kegiatan dan lomba. Misalnya lomba menyanyi lagu-lagu daerah, lomba pidato Bahasa Muna dan Seminar serta loka karya tentang Budaya, itu sudah kami lakukan disini.

Hal itu dilakukan mengacu pada UU No.05 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” terangnya. Selain itu menurutnya Museum Barugano Wuna dijadikan pusat penelusuran dan kajian kolektif yang terkait dengan cagar budaya di Muna.

“Kalau misalnya ada penelusuran ataupun kajian kolektif tentang budaya maka itu dipusatkan di Barugano Wuna. Baik itu dalam hal rancangan kegiatan maupun presentasi dan dokumentasi hasil penelusuran,” tutupnya.

Sejauh ini UPTD Museum Barugano Wuna bersama Komunitas Pemerhati Budaya Wuna (KAMBAWUNA) telah melakukan beberapa kali penelusuran. Agus Minardi sebagai warga masyarakat mengaku sering dilibatkan dalam penelusuran itu.

“Beberapa saya ikut dalam penelusuran cagar budaya misalnya, menelusuri tata letak wisata masyarakat di Bastion Benteng Kota Wuna. Selain itu penelilusuran di gua Kararasi dan menemukan tulang-tulang manusia, serta menemukan benteng di mulut gua tersebut,” Ungkap Agus, Senin (20/09/2021).

Kontributor : Kafarun

Komentar