Agista Ariany: Tik Tok Itu Bagian Berekspresi

Berita625 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Virus TikTok tidak hanya mewabah di kalangan milenial, tapi menular

sampai istri gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali mazi yaitu Agista Ariany yang viral di media sosial akhir-akhir ini dan menjadi perbincangan hangat di Media sosial.

Agista Ariani menanggapi dengan santai tentang vidionya yang viral belakangan ini
“Lah itu benar kebebasan berekspresi asal tidak menyalahi aturan dan melanggar norma masak harus di larang nanti kita akan lebih ketinggalan zaman akan kembali ke zaman batu, dan juga tidak merugikan orang lain dan merugikan negara”, ucap Agista Ariany kepada MNC Trijaya.

Sementara itu tokoh muda Sultra, Aldo zhafar menilai goyang tik tok Ibu gubernur Sultra seharusnya hal ini tidak mesti dipersoalkan dan bahkan di lebih-lebihkan sebab hal demikian adalah bagian dari ekspresi dirinya dan itu adalah hak setiap warga negara dalam berekspresi.

“Selain dari pada itu, selagi Ibu Agista tidak melanggar Aturan perundang – undangan yang ada ,saya pikir tidak ada yang perlu di persoalan”, ungkap Aldo.

Aldo juga menambahkan, pejabat publik yang melakukan gerakan tiktok adalah bukan hal yang baru di Indonesia, sebab sebelumnya banyak pejabat yang melakukanya diantaranya Gubernur Jawa tengah, Gubernur Jawa Barat dan Gubernur DKI Jakarta.

“Bahkan mereka melakukan gerakan tiktok melalui acara televisi (kompas tv) yang di tonton jutaaan manusia di Indonesia,” Sebut Aldo.

Terkait dengan adanya sorotan AP2 Sultra dan Muhamad karunia Djafar terhadap kadis Kominfo dan Ibu Agista, Aldo mengatakan itu adalah hal yang sangat Konyol.

Sebab pernyataan mereka melalui media hanya mencari sensasi dan menunjukan sifat Gila Urusan.

Bagaimana tidak, mereka menghubungkan Vidio tiktok dengan kasus yang beredar akhir-akhir ini soal dugaan kasus korupsi pengadaan perahu. Dimana sinkronya, Ungkap Aldo dengan nada keheranan.

Diketehui sejumlah pejabat negara selain Gubernur yang pernah bermain tik tok diantaranya Mantan Wapres JUsuf Kalla dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Redaksi

Komentar